“Puasa selama sebulan saja kuat, jadi puasa dulu lah selama sebulan untuk koneksi internet,”

Basuki Yusuf Iskandar
Dirjen Postel

Heran ya..kok seorang Dirjen Postel bisa-bisanya ngomong seperti ini. Seakan-akan beliau menganggap enteng permasalahan putusnya link internasional di hampir semua negara di Asia Pasifik.

Apakah beliau ga tau kalau saat ini sudah banyak orang yang benar-benar memerlukan internet untuk pekerjaan sehari-hari? Pemakai internet bukan cuma orang-orang yang hobi download bokep, download file atau blogger aja!


Jujur aja, dengan putusnya link internasional gue juga mengalami kerugian karena beberapa situs yang gue pake buat menghasilkan uang pengunjungnya berkurang dan gue juga ga bisa mengupdate situs-situs tersebut.

Ini cuma gue lho yang cuma iseng-iseng doank nyari uang tambahan melalui internet. Coba bayangin bagaimana dengan kondisi perusahaan-perusahaan, warnet, freelancer-freelancer Indonesia yang mencari nafkah di GAF atau RAC serta orang-orang Indonesia yang membuat bisnis online (seperti jualan template website atau jualan script program) yang benar-benar menggantungkan diri pada internet?

Sebagai contoh perusahaan yang setiap hari harus berkomunikasi dengan klien atau partnernya di luar negeri via email atau VOIP, misalnya untuk mengirim form order atau yang lainnya. Bayangkan berapa kerugian yang mereka derita?

Dan pak Dirjen kita ini dengan gampangnya nyuruh kita puasa internet selama 1 bulan? Kalau puasa beneran enak pak bisa dapat pahala, nah kalau puasa internet duit ga dapet, pahala ga dapet, dapur juga ga bisa ngebul.

Link terkait:
Dirjen Postel: Mari Puasa Internet
Postel Angkat Tangan Soal Internet ‘Sekarat’