MotorBeberapa hari yang lalu saya lihat iklan acara Metro Realitas di MetroTV. Saya cukup kaget juga pas lihat headline judul topik yang diangkat di Metro Realitas yang berjudul “Yang Miskin, Minggir!”.

Saya ga nonton acaranya, jadi ga tau isinya seperti apa. Tapi kesel juga melihat headline tersebut. Saya termasuk orang yang setuju sekali dengan peraturan yang mengharuskan motor menggunakan lajur kiri & menyalakan lampu depan.

FYI, saya juga pengendara motor (khusus Sabtu/Minggu :D), tapi saya ga suka ngelihat orang naek motor seenak udelnya aja, belok ga liat kanan kiri & ga pake lampu sen, kalo macet pake trotoar, pas lampu merah berenti melewati zebra cross and so on.

Jumlah motor yang beredar HARUS DITEKAN, berbahaya sekali kalau di jalanan terlalu banyak motor yang melintas, kita semua sudah lihat sendiri bagaimana parahnya perilaku pengguna motor di Jakarta.

Tapi pemerintah juga jangan seenak udelnya aja maen bikin peraturan tapi ga memberikan solusi bagi pengendara motor, misalnya menyediakan transportasi umum yang nyaman dan aman serta harganya relatif terjangkau. Kalau dengan tarif busway naik menjadi Rp 5000 apakah pengendara motor mau berpindah ke transportasi massal? Saya yakin jawabnya pasti TIDAK.

Karena para pengendara motor ini adalah orang-orang yang sudah bosen sama yang namanya macet. Dengan motor mereka bisa sampai tujuan tepat waktu dengan harga yang relatif murah walaupun dengan resiko kehilangan nyawa yang lebih besar :D.

Apakah busway dan mode MRT lainnya bisa menyediakan itu semua? Kalau iya, berarti satu masalah besar transportasi di Jakarta sudah terselesaikan :).