Kepada Yth. Pak Sutiyoso,
Apa pertimbangan Anda sehingga Anda bisa meluncurkan busway koridor IV-VII padahal jumlah bus yang tersedia jauuuh dari kapasitas yang seharusnya?
Karena keputusan Anda, hari ini saya dan ribuan pengguna busway lainnya harus antre selama lebih dari 30 menit hanya untuk bisa naik ke dalam busway yang sudah penuh sesak dengan lautan manusia.
Karena keputusan Anda pula hari ini saya, petugas halte dan seorang penumpang lainnya harus menggendong seorang wanita yang pingsan akibat tidak kuat mengantre selama lebih dari 30 menit di halte Jelambar.
Karena keputusan Anda pula akan banyak pengguna TransJakarta yang kemungkinan akan beralih ke kendaraan pribadi karena mereka melihat TransJakarta semakin hari pelayanannya semakin buruk akibat kurangnya armada.
Karena keputusan Anda pula, di halte-halte besar petugas tiketing harus buka-tutup loket halte karena halte yang tidak cukup lagi menampung penumpang yang sudah berjubel menunggu busway yang tidak kunjung tiba.
Karena keputusan Anda pula, banyak wanita yang menjadi korban pelecehan seksual dan korban pencopetan di dalam busway karena banyaknya tangan-tangan jahil yang memanfaatkan situasi penuh sesaknya busway.
Apakah Anda tahu kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan atau Anda hanya mendapat info dari bawahan-bawahan Anda?
Saya tahu pihak Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta sudah bekerja keras untuk meningkatkan pelayanan busway. Masalahnya sekarang dengan dengan diubahnya pangkat mereka dari BP (Badan Pelaksana) menjadi BLU, layanan TransJakarta semakin menurun.
Hal ini disebabkan semakin menonjolnya peran Dishub di dalam TransJakarta. Bayangin aja Pak, beberapa hari lagi koridor IV-VII mau launching eh sistem tiketing koridor tersebut belum beres.
Saya baca di koran, Pak Nurochman mengakui “Kita memang agak telat mengajukan anggaran ke DPRD”. Ya ampun, kepala Dishub kita ini dari dulu kerjanya ngapain aja?
Tolong donk Pak, lihat dan dengarkan keluh kesah dari penumpang dan seluruh awak TransJakarta. Para penumpang harus antri dan berjibaku untuk dapat menaiki kendaraan mewah ini. Para satgas pun harus mampu mengendalikan emosi ketika dihardik oleh penumpang yang tidak sabar ingin menaiki busway.
Apa gunanya Anda dan teman-teman Anda di DPRD studi banding busway ke luar negeri hingga berkali-kali kalau hasilnya ternyata seperti ini?
Satu hal lagi yang ingin saya tanyakan ke Anda, apakah pernah Anda naik busway di saat jam padat tanpa ada kawalan?
Kalau pernah, saya yakin Anda akan membuat keputusan yang benar dan tidak tergesa-gesa.
Satu lagi, mohon kembalikan fungsi tugas dan kewajiban BLU TransJakarta seperti sewaktu masih bernama Badan Pengelola (BP) TransJakarta.
Salam Hormat,
Andrayogi
Anggota Milis Resmi TransJakarta
Pengguna Busway Koridor I-II-III
http://busway.andrastudio.com
Tembusan:
Bangyos.com
Menteri Perhubungan
Dirjen Perhubungan Darat
Redaksi Detik.com
Milis TransJakarta
Update:
Setelah mengirimkan surat ini ke redaksi detik.com, akhirnya surat ini pun muncul di halaman Detik.com.
Note:
Teks yang ada di halaman ini sudah direvisi dari versi awalnya.






Comment(s) For This Post
There are 8 comment(s)
Jan 29, 2007 - 2:29 pm
Yup! Gw setuju.Kalo memang blon siap, kenapa juga kudu buru2 di Loncing?!! Armada itu kan yang paling utama,kalo belum ada? Apa yang mau dijalanin? Belum lagi pelayanan yang dipaksain…
Berbagi pengalaman aja niy..Minggu lalu kebetulan gw main ke Dufan,trus pulangnya nyobain naik busway. Coz halte Ancol emang ga jauh dari Dufan,depan hotel Radin. Gw nunggu cukup lama baru ada buswaynya, udah gitu…penuhnya sama Ibu-ibu dan anak kecil yang niatnya emang pengen nyobain aja :P
1. Ticketing masih pake karcis sobek gitu, ga modern kayak Koridor I itu. Pas antri mo beli karcis, dikasihnya tiket yang harganya 2000. Pas diminta kekurangan pengembalian, dibilang kalo itu tiket sisa percobaan, yang baru belum datang. Harganya memang 3500!
2. Di depan pintu masuk ga ada penjaga sama sekali! Padahal itu rawan celaka, soalnya antara halte dan kendaraan ada lubang yg lumayan cukup dalem. gimana kalo keperosok? Padahal saking crowded-nya, itu orang mau masuk saling dorong-dorongan.
3. Di dalem busway blom ada “halo-halo” yang ngabarin halte berikutnya tuh apa..kalo kata Tukul mah, Silent Pease! ;-) Kondekturnya kagak inisiatif pula, Ngomong aja gitu sendiri. “Yang turun Senen…” atau apalah gitu ngasih tau.
4. Yang paling PARAH nih….pas depan hotel golden Gunung Sahari, masa’ seeeh..ada BUSWAY yang mogok!!! halah..halah..padahal itu busway metalik yang keluaran paling baru. Gedubrak!
Mudah-mudahan..kelemahan itu SEGERA diatasi oleh YANG BERWENANG. Biar kita kagak parno lagi naik Busway.
Jan 30, 2007 - 1:59 pm
tenang, pak.. akhir Februari armada bus-nya ditambah kok.. Sabar :D
(akhir Februari baru siap, kenapa sudah launching akhir Januari??).. tanya kenapa ? :(
Jan 30, 2007 - 2:12 pm
Ditambah sih, tapi cuma ditambah 14 bus doank, bayangin aja 4 koridor yang seharusnya dilayani lebih dari 200 bus eh baru 10 bus yang siap..20 bus lagi minjem dari koridor lainnya.
Jan 30, 2007 - 3:10 pm
tambahan : yg miskin makin miskin dgn adanya koridor baru BusWay ini, supir bajaj,mikrolet,bus dll habis semua penghasilannya di”libas” oleh kebijakan ini , selamat Bang Yos, diakhir jabatan anda, semakin banyak yg anda sakiti, jgn mimpi bisa sama dgn Bang Ali Sadikin (sang legenda Gubernur DKI ).
Jan 30, 2007 - 3:14 pm
@ Ajie
Mau ga mau memang harus ada yang dikorbanin demi kepentingan bersama. Angkutan-angkutan yang Anda sebutkan di atas nantinya akan berfungsi sebagai feeder busway. Jadi kalau dibilang akan mematikan mode transportasi lain tidak benar juga :)
Jan 31, 2007 - 9:03 am
udah gue bilang dari pertama, busway itu suck!
mending tambahin aja tuh transportnya ama angkot2 en bus2 laen masuk busway jg!
itu baru adil en merata!
Feb 1, 2007 - 2:18 pm
Good Job, Pal…!!
Feb 23, 2007 - 8:56 pm
good job!!!!!!!!!!!!!!!