Seperti janji saya sebelumnya, hari ini saya mulai menampilkan hasil interview saya dengan orang-orang yang sudah sukses dibidangnya masing-masing. Untuk interview pertama saya memilih Deny Sri Supriyono, seorang web designer yang berdomisili di Jakarta. Nama beliau cukup terkenal dikalangan web designer baik dalam mau pun luar negeri setelah karyanya terpilih sebagai salah satu official design untuk CSSZenGarden pada tahun 2006.

Halo Den, apa kabar?
Alhamdulillah, baik.

Kalau boleh tau, sejak kapan Anda mulai mengenal dunia web design?
Kalau nggak salah ingat, sekitar tahun 2000-2001.

Apa alasan Anda tertarik dengan web design?
Pada awalnya sekali, saya tertarik dengan web design karena pengen punya homepage pribadi. Ternyata kemudian menjadi hobi dan malah bisa menghasilkan uang. Sekarang tetap menjadi hobi yang juga sekaligus pekerjaan.

Anda belajar web design melalui kursus atau otodidak?
Otodidak, baca artikel di internet.

Dalam hal web design, skill apa saja yang Anda kuasai?
Malu nih kalau ditanya skill, soalnya cuma bisa Photoshop sekedarnya aja sama HTML dan CSS, mengerti PHP dan MySQL sedikit dan bisa menggunakan (baca: copy paste) Javascript.

Sudah berapa lama bekerja sebagai web designer?
Untuk side job sejak 2003 dan sebagai fulltime remote web designer sejak akhir Desember 2006.

Kalau boleh tau, project website komersial apa yang pertama kali Anda buat?
Project commercial yang pertama dibuat itu, websitenya perusahaan punya tetangga yang bergerak dibidang furniture (http://gilang.net/) tahun 2003. Websitenya masih pakai table-layout dan kalau dilihat sourcenya berantakan - tapi nggak apa-apa, there is always a first time for everything ya - saya belajar banyak setelahnya.

Bagaimana tanggapan Anda tentang web designer plagiat?
Terinspirasi boleh, tapi mungkin sebaiknya nggak menjiplak lalu mengubahnya sedikit. Nanti ngerasain sendiri gimana rasanya kalau design kita yang dijiplak. Tapi, gimana mau ngerasain ya kalau mungkin semua designnya juga hasil plagiat :D

Sekarang ini banyak sekali web designer yang saling menjatuhkan harga, apakah Anda setuju dengan cara seperti itu? Atau Anda malah setuju dengan pendapat “harga menentukan kualitas”?
Kalau bisa sih jangan saling menjatuhkan harga deh. Harga pasaran kan kita-kita juga yang bisa menentukan. Jangan sampai harga yang kita kasih, malah bikin kita merasa underpaid.

Untuk “harga menentukan kualitas”, saya kurang setuju. Menurut saya sih ketika kita sudah mencapai kata sepakat dengan klien soal harga, berarti haknya klien untuk mendapatkan kualitas terbaik yang bisa kita berikan. Kualitas rendah yang dihasilkan takutnya menjadi kebiasaan dan bisa bikin reputasi kita kurang baik.

Setelah lama Anda bekerja di suatu perusahaan, kemudian Anda memutuskan untuk bekerja remote-working sebagai web designer, apa yang menjadi pertimbangan Anda saat itu?
Karena sebelumnya saya bekerja tidak sebagai web designer, jadi pas ada kesempatan yang ditawarkan - saya ambil dengan pertimbangan bisa fokus ke satu bidang yang saya minati dan mencoba untuk memaksimalkan kemampuan di dunia web design - disamping unsur finansial tentunya :)

Apakah mendapat tentangan dari keluarga atau orang-orang terdekat?
Jika ada, bagaimana cara Anda mengatasinya?

Mungkin lebih tepat kalau disebut beberapa pemikiran orangtua yang lebih banyak pengalaman hidupnya - yang patut dipertimbangkan oleh seorang anak, sedangkan istri saya mendukung.

Cara mengatasinya adalah dengan memberikan pengertian dan pemahaman mengenai remote working - menjelaskan kepada mereka bahwa kita tahu apa keuntungan dan kerugian dengan jenis pekerjaan seperti ini. Pada akhirnya, kita yang akan menjalani hidup ini dan menanggung semua resiko dari keputusan yang kita ambil - dengan restu orang tua InsyaAllah jadi lebih manteb ngambil keputusannya.

Apa yang membuat Anda tertarik menjadi web designer? Apakah ada seseorang yang menginspirasi Anda?
Jawaban saya sama dengan jawaban untuk pertanyaan “Setelah lama Anda bekerja di suatu perusahaan, kemudian Anda memutuskan untuk bekerja remote-working sebagai web designer, apa yang menjadi pertimbangan Anda saat itu?”

Menurut Anda, apa kesulitan terbesar yang biasanya dialami oleh remote-working dari rumah?
Permasalahan terbesar mungkin masalah pembagian waktu kerja dan disiplin waktu. Untuk awal-awal kerja dari rumah, pasti terasa banget bedanya dengan kerja di kantor. Tapi, lama kelamaan - saya yakin waktu kerja bisa diatur dengan baik, mungkin disiplinnya yang agak susah.

Bisa ceritakan sedikit suka dan dukanya bekerja remote-working?
Karena saya belum terlalu lama kerja dari rumah, mungkin masih banyak senengnya ya. Bisa ngelihat pertumbuhan anak saya day-by-day dan main bareng, bisa sering jajan, bisa agak rebahan dikit kalau lagi pengen, bisa tidur kalau saya lagi pusing.

Dukanya, tempat kerja saya agak hangat hawanya karena rumah saya nggak pakai AC :D

Apakah Anda akan terus bekerja seperti ini selamanya atau ada rencana lain untuk ke depannya?
Untuk selamanya sih, rencananya nggak. Saya cuma menjalani kehidupan aja nih - setidaknya saya mencoba melakukan yang maksimal dan terbaik di bidang yang saya geluti saat ini.

Bagaimana tanggapan Anda tentang perkembangan dunia web design saat ini, khususnya dengan semakin bekennya istilah-istilah seperti Web 2.0, AJAX dan Valid XHTML & CSS?
Sebagai web designer, ada baiknya kita terus up-to-date dengan trend teknologi di bidang web. Dari sisi design, setidaknya kita tahu apa yang harus dibuat ketika ada klien yang minta untuk dibuatkan website dengan tampilan yang web 2.0 look.

Untuk valid XHTML dan CSS, saya nggak mengatakan harus valid - terutama untuk CSS. Dalam beberapa kasus, saya ketemu kendala yang membuat saya harus menggunakan beberapa “hack” sehingga CSS yang saya buat memiliki beberapa/banyak warning atau tidak valid ketika di cek menggunakan validator.

Intinya buat saya adalah membuat website untuk klien dengan semaksimal mungkin menggunakan kode XHTML dan CSS yang baik.

Di saat Anda buntu ide, apa yang biasanya Anda lakukan?
Browsing ke website-website gallery macam CSS Zen Garden, Stylegala, CSS Beauty dan CSS Mania atau jalan keluar bareng istri makan roti bakar atau pempek dan es teler. Gak nyambung ya? - yang penting refreshing aja :D

Anda punya web designer favorit baik di dalam atau luar negeri?
Untuk dalam negeri saya seneng designnya Gage. Kalau luar negeri, saya suka Mike sama Veerle.

Last but not least, apakah ada tips, saran atau pesan khusus untuk web designer - web designer Indonesia lainnya?
Bagus juga untuk sering lihat website-website gallery supaya kita bisa melihat design-design yang lagi trend - meskipun mungkin kita belum bisa jadi trend-setter dan baru bisa jadi follower, itu jauh lebih baik daripada kita cuma jadi plagiator.

Ada baiknya jika kita menguasai bahasa Inggris - nggak harus advance, passive will be ok. Karena pasar web design luas - tidak hanya di Indonesia saja, tapi seluruh dunia. Untuk membuka peluang dan menjangkaunya, dibutuhkan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan mereka yang ada di belahan dunia lain.

Bangun portfolio sebaik-baiknya dan jaga hubungan baik dengan teman serta klien kita. Karena mungkin akan ada project untuk kita yang berasal dari teman atau existing-client yang senang bekerja sama dengan kita.

Menurut saya, modal kerja kita nggak hanya skill tapi juga attitude yang baik.

Ok, terima kasih atas waktunya, semoga semakin sukses.
Terima kasih juga untuk kesempatannya dan sukses juga untuk semua web designer Indonesia :)

Deny Sri SupriyonoNama: Deny Sri Supriyono
Umur: 28 tahun
Lokasi: Jakarta
Pekerjaan: Remote Web Designer
Status: Menikah dengan satu anak
Website: http://blog.denysri.com