Sejak beberapa bulan belakangan ini jalur Tomang hampir setiap hari selalu macet total, bahkan kadang macetnya sudah dimulai setelah perempatan Harmoni. Sebenernya masalahnya di mana sih? Saya akan coba sedikit menganalisa, ini berdasarkan penghilatan saya selama naek Tranjakarta koridor III.

Tomang Raya saat tampak lengang di pagi hari.
Ga Sabaran
Mungkin ini penyumbang terbesar penyebab kemacetan di Tomang. Kita tahu sendiri jalur Tomang itu jarak antar perempatannya terlalu berdekatan sekali. Sehingga sering kali terjadi “penyumbatan” arus kendaraan tepat di perempatan akibat tidak sabarnya para pengguna jalan.
Ketika mereka kebagian lampu hijau, mereka tetap jalan terus padahal keadan jalan di depan mereka ga memungkinkan untuk menampung kendaraan lagi. Akibatnya apa? Kendaraan banyak yang mandek tepat di tengah-tengah perempatan.
Harusnya pihak kepolisian bisa mengatur hal ini dengan cara jika dia melihat jalan di depannya sudah penuh dengan kendaraan, dia langsung menyetop kendaraan2 yang mendapat giliran lampu hijau. Lho nanti perempatan sebelumnya akan semakin panjang donk macetnya? Iya, tapi Anda telah mencegah terjadinya macet yang jauuuuh lebih panjang lagi.
Tegakkan Aturan
Kalo ada macet total biasanya macetnya hanya dari perapatan Harmoni hingga perapatan Biak (sebelum flyover). Kok bisa sampai situ aja? Karena di perempatan Biak banyak sekali kendaraan dari arah Roxy yang ingin menghindari macet langsung belok kanan ke arah flyover Tomang, padahal hal ini dilarang dan ada rambunya kok.
Mana Aparatnya??
Ini juga jadi salah satu penyebab kemacetan di Tomang berlarut-larut. Polisi / DLLAJ yang menjaga di perempatan sedikit sekali, bahkan kalau keadaan sudah macet total mereka banyak yg pergi begitu saja atau bahkan ada pula yang asyik ngopi di warung di depan perapatan.
Saya sering melihat malah satgas-satgas onboard Transjakarta & orang-orang dari BLU Transjakarta yang turun ke lapangan. Apa polisinya ga punya malu? Harusnya gaji polisi & DLLAJ dipotong saja diberikan ke pihak BLU Transjakarta beserta satgasnya!
Saya juga sering melihat, kemacetan sudah sangat parah semenjak perapatan Harmoni, tapi ga ada satu pun bantuan polisi tambahan untuk mengatasi kemacetan, padahal di Harmoni banyak banget polisi yang sedang mangkal di pos polisi Harmoni.
Sebenernya alasannya apa kok keliatannya mereka (polisi / DLLAJ) cuek banget?
Kekurangan Aparat?
Makanya kalo merekrut anggota Polisi / DLLAJ baru ga usah pake uang pelicin, jadinya hanya orang kaya saja yang bisa jadi polisi / DLLAJ.
Ga ada dana untuk menggaji aparat tambahan?
Makanya dananya jangan di korupsi terus, hapusin tuch praktek pungli & sidang di tempat. Dan stop pemborosan & kebocoran anggaran!
Itu aja deh analisanya, kalo salah mohon dimaafkan. Kalo mau menambahkan silahkan :).






Comment(s) For This Post
There are 10 comment(s)
Sep 9, 2007 - 10:08 am
saudara yogi,
anda tahu gaji kami? maka dari itulah kami mengambil pungutan liar! demi anak dan istri kami!
Sep 9, 2007 - 11:26 pm
Pak polisinya kok buncit sih? :D
Sep 12, 2007 - 12:14 pm
saya sangat setuju dengan analisa yang dilontarkan oleh Bapak Yogi… mengingat sekarang sy sudah menjadi komunitas pengguna angkutan umum lagi setelah nyaris 4 tahun jadi biker…
serba salah memang, lewat roxy chaos lewat tomang gak kalah riot !!!
dan thanks to Pak Pol yg sangat koperatif, dengan salam tempel bus 106 ku pun bisa melaju dijalan bustrans (menurut info dari kenek yg biasa ngepelin tuh uang sembari berlari kecil kearah Pak Pol)
Sep 14, 2007 - 9:21 am
This is not about the article. Sorry!
I just wanted to let you know how grateful I am to you for building such a great word press design. I added it to my sight tonight after a long and extremely frustrating day of downloading about fifteen templates, none of which worked.
Then I found yours and fell in love with it. It was perfect! I downloaded it and kept my fingers crossed, and it worked! I was so thrilled.
Thank you from the United States.
Sep 14, 2007 - 2:58 pm
Hello Rebecca,
I’m glad that you liked the theme. Hope you’ll enjoy using the theme for your site. Thank you for visiting :)
Jan 24, 2008 - 9:59 am
Belajar dari kemacetan jakarta, beberapa kota atau kabupaten di Indonesia harus melakukan perencanaan jangka panjang. Misalnya perencanaan 25 tahun mendatang, meliputi jalan, rumah susun fasilitas ruang terbuka. Meskipun kota kota itu masih dianggap “kecil”. Kota seperti Kediri, Jombang, Blitar, Bengkulu, Banda aceh, Jaya pura atau Banjarmasin dll harusnya sudah merencanakan rumah susun, jalan yang lebar dan memperbanyak ruang terbuka. Perencanaan harus berbasis demigrafi atau jumlah penduduk bukan sekedar kepentingan bisnis belaka. toh semakin baik suatu kota bisnis juga semakin baik.
Aug 19, 2008 - 4:39 pm
bener tuch polisi berjaga hanya sejam dua jam. beda dengan satgas yang 12 jam. daripada ga bisa jadi polisi jadi hansip ajja
Jan 7, 2009 - 10:36 am
terkadang kalau salah jalan bukannya di kasih tau malah langsung di tilang
Jan 7, 2009 - 10:44 am
Karena itu aku tidak mau memakai kendaraan pribadi kalau petugas lalu lintas masih terus seperti itu. mana kita bisa nyaman, apa lagi kita orang baru tau jalan tersebut dan aku minta lambang lambang lalu lintas yang sebagaian sudah tidak jelas mohon di perbaiki secepatnya tx.
Jan 7, 2009 - 10:46 am
pingin sekali aku nyaman pakai kendaraan di kota jakarta