Komentar dari sang turis di salah satu komentarnya di Youtube:
“This guy was actually very friendly and not greedy - unlike the other police we encountered. It would be a shame if he was made an example of rather than his far worse colleagues.
Either way things like this should be seen. If the police had people pay legal fines (which are higher) they would have more money to pay salaries. Or fix the death trap sidewalks.”

Terjemahan perbincangan antara sang turis dengan polisi (sumber dari Kaskus)
“Anda tinggal di mana?” tanya si perwira.
“Agung Villa Seminyak,” jawab si turis.
“Anda tidak punya surat izin mengemudi?”
“Tentu saja saya punya, tapi tidak saya bawa.
“Dimana?”
“Di hotel”
“(Surat mengemudi versi) Yang kecil, apa yang besar?” cecar si perwira dengan bahasa Inggris terbatas, disusul tawanya yang berderai.
“Saya bodoh ya,” cetus si turis.

“Ok, sekarang saya memberi kamu dua opsi ya. Pertama, kamu membayar denda di sana, di Denpasar, (atau) kedua, kamu membayar denda di sini. Kalau kamu membayar di Denpasar, kamu akan repot, sebab harus berurusan dengan Yustisi segala macam. (Di sini) Saya haruskan kamu cukup membayar Rp50.000,- saja”

Benar-benar memalukan sekali, memalak turis asal Kanada di Bali yang sedang motor.
Dan dengan gampangnya pihak Polri langsung mengatakan bahwa video ini pasti palsu, padahal saya yakin Polri sendiri pasti belum melihat video ini (at least hingga pihak Detik mengangkatnya jadi headline).

“Gambar bisa dimanipulasi dan direkayasa. Ini ada maksud tertentu, patut dicurigai,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto saat dihubungi per telpon di Jakarta, Sabtu (1/12/2007). (detik.com).