Setelah lebih dari seminggu menjalani kehidupan sebagai remote web designer, ternyata ada beberapa kendala juga yang sangat menggangu kinerja saya. Sebenarnya masalahnya sudah tahu dari dulu dari beberapa rekan-rekan yang sudah lebih dulu berkecimpung dalam bidang pekerjaan seperti saya.

Beberapa masalah yang biasanya dihadapi oleh remote worker adalah tentu saja perbedaan timezone dengan negara tempat perusahaan yang mempekerjakan kita dan tentu saja masalah koneksi internet. Karena saya tidak terlalu punya masalah dengan timezone (Jakarta, Indonesia GMT+7, sedang Brisbane, Australia GMT+10), saya akan lebih menceritakan mengenai masalah koneksi internet.

Sejak awal-awal mulai bekerja sebagai remote web designer saja saya sudah dihadapkan dengan masalah koneksi internet berkali-kali. Kejadian pertama terjadi pada hari ke 3 saya menjalani tahap “probation”, koneksi internet saya yang menggunakan Speedy mati total selama hampir satu hari, dan akhirnya pada hari itu saya dengan terpaksa harus menggunakan TelkomnyetNET Instan agar saya bisa terus bekerja. Keesokan harinya 2 orang teknisi Speedy datang ke rumah untuk mengecek masalahnya, ternyata saudara-saudara masalahnya cuma karena IP Speedy yang di assign ke account saya belum diubah dari IP untuk paket profesional ke paket unlimited (FYI, sehari sebelumnya saya mengupgrade paket Speedy dari Profesional dengan kuota 3GB/bln ke paket Unlimited). Akhirnya petugas Speedy menelpon ke bagian yang bersangkutan dengan masalah ini untuk mengubah IP saya, dan eng ing eng…setelah diubah internet hidup kembali.

Setelah 15 menit sejak petugas Speedy meninggalkan rumah saya, internet tiba-tiba mati lagi dan tak hanya itu telepon rumah saya juga ikutan mati. Satu menit kemudian ada seorang ibu-ibu dari Telkom yang tiba-tiba menelpon ke HP saya menayakan apakah tadi ada petugas Speedy yang datang ke rumah, kemudian saya jawab iya dan saya menjelaskan bahwa sekarang internetnya mati lagi dan bahkan telepon rumah saya pun mati. Petugas Telkom pun mengatakan sekarang sedang dikoordinasikan untuk perbaikan.

Setelah menelpon beberapa kali ke 147 (Telkom & Speedy), akhirnya keesokan harinya sekitar jam 14.00 WIB telepon saya kembali hidup dan Speedy pun kembali menyala. What a nightmare huh? So much for “Committed 2 you” slogan. Untungnya bos saya bisa dibilang benar-benar pengertian dan mengerti sekali dengan kondisi yang sedang menimpa saya, dia cuma bilang “Thats alright mate, this things happen”.

Dan, kejadian kemarin yang membuat hampir seluruh pengguna Speedy tidak bisa mengakses situs luar benar-benar menjadi malapetaka, kerjaan saya kemarin benar-benar terganggu. Saya jadi tidak berkomunikasi dengan bos saya via Skype dan tentu saja saya tidak bisa menerima email serta mengupload hasil kerja saya ke server perusahaan.

Alhasil, saya meminjam account hosting salah seorang teman yang berlokasi di IIX, dan saya mengupload semua hasil kerja saya ke sana dan bos saya tinggal mendownloadnya. Untuk berkomunikasi kami harus berkali-kali mengirim SMS dan bahkan bos saya sempat 2x menelpon ke HP saya dan alamak suaranya pun terputus-putus.

Kalau terjadi seperti ini terus bisa gawat nich, saya sudah berencana untuk menggunakan koneksi internet cadangan untuk mendukung kerja saya. Saat ini pilihan saya adalah IndosatM2 HSDPA atau CBN+XL HSDPA.

Ada rekan-rekan yang sudah pernah menggunakan layanan intenet HSDPA dari dua provider tersebut? Sharing donk :).